Mau Tattoo di Bali? Baca Ini Dulu
Tattoo itu selamanya — liburanmu di Bali tidak. Ini cara memilih studio yang tepat, tetap aman, dan merawat tattoo barumu di bawah matahari tropis.
Tattoo adalah satu-satunya oleh-oleh dari Bali yang menemanimu selamanya — jadi wajar kalau perlu dipikirkan lebih serius daripada magnet kulkas. Baik ini tattoo pertamamu maupun yang kesepuluh, ini yang selalu kami sampaikan ke setiap tamu yang duduk di kursi Lucky Street Parlor.
Pilih studionya, bukan hanya desainnya
Cari studio yang membuka jarum tersegel baru di depanmu, memakai sarung tangan dan cup tinta sekali pakai, dan menjaga area kerja tetap bersih. Artist yang baik akan dengan senang hati menjawab pertanyaan soal higienitas — kalau mereka menghindar, lebih baik cari tempat lain. Cek karya terbaru mereka di media sosial, bukan hanya karya terbaik yang dipajang.
Waktu itu penting
Tattoo baru dan laut itu tidak akur. Kamu sebaiknya menghindari berenang, surfing, dan berendam setidaknya dua minggu selama kulit pulih, dan kulit terbakar matahari bisa membuat tattoo baru buram permanen. Saran jujur kami: jadwalkan tattoo-mu di AKHIR liburan, setelah urusan surfing dan trip boat selesai.
Pemulihan di iklim tropis
Jaga tattoo tetap bersih, lembapkan tipis-tipis, dan biarkan bernapas — kelembapan tropis justru membantu pemulihan asal tidak tergesek pakaian ketat. Setelah sembuh, pakai sunscreen SPF tinggi setiap hari. Matahari Bali itu kuat, dan sinar UV adalah penyebab nomor satu tattoo cepat pudar.
Sedang mempertimbangkan? Mampir saja ke parlor untuk konsultasi gratis — bawa referensimu, nanti kita sketsa, ukur, dan hitung harganya tanpa tekanan.